Operation Command Center

📌 JOB DESK

A. Command & Control Operasional Kapal (End-to-End)

  • Mengendalikan monitoring operasional sejak SPK diterbitkan sampai kapal selesai kegiatan & closing laporan.
  • Menjadi pusat data status kapal: timeline aktivitas, PIC, progres, kendala, keputusan, dan next action.
  • Memastikan tidak ada aktivitas yang “jalan tapi tidak tercatat” (missed activity / missed reporting).

B. Supervisi Operasional Pusat (Clearance & Document Control)

  • Mengawasi kinerja staff pusat yang mengelola clearance KSOP, Imigrasi, dan Bea Cukai.
  • Memastikan semua dokumen clearance inward & outward dikirim/diinput tepat waktu dan tanpa kesalahan.
  • Melakukan review & approval akhir atas dokumen penting sebelum diserahkan ke instansi berwenang.
  • Menjaga kualitas data & konsistensi: manifest, crew list, cargo data, port clearance status, dll.

C. Koordinasi dengan Cabang (Monitoring, Data Sync, & Disiplin Reporting)

  • Menjadi penghubung utama pusat–cabang untuk update: status kapal, perizinan, readiness, kelengkapan dokumen, dan progres aktivitas.
  • Mengawasi sinkronisasi data kapal antara cabang dan pusat: jadwal (ETA/ETB/ETD), status clearance, manifest, crew, cargo, vendor, dan isu lapangan.
  • Menegakkan standar update cepat & ringkas (minimal berisi: aktivitas–waktu–PIC–status–kendala–kebutuhan keputusan).
  • Menjaga konsistensi data agar tidak terjadi perbedaan info antara cabang, pusat, dan pihak eksternal.

D. Real-Time Communication Management (Update & Escalation Discipline)

  • Mengelola ritme komunikasi operasional yang lebih sering, lebih jelas, lebih tegas, tidak menunggu report formal.
  • Mengendalikan komunikasi agar tidak simpang siur: OCC menjadi “single source of truth”.
  • Menjalankan aturan eskalasi: kapan cukup di cabang, kapan wajib naik ke Manager/GM Ops, kapan perlu lintas divisi (PORTCC/VEMON/FINOPS/Sales).

E. Hubungan dengan Ship Owner & Principal (Owner Matters & Reporting)

  • Menangani komunikasi operasional terkait: owner matters, dokumen khusus, permintaan teknis, perubahan schedule, dan kebutuhan keputusan.
  • Memberikan laporan periodik kepada ship owner/principal terkait: status clearance, vessel movement, kendala, dan solusi.
  • Menjaga kualitas komunikasi: akurat, evidence-based, profesional, dan customer-centric.

F. Supervisi VEMON (Vendor Management & Owner Matter)

  • Mengawasi pelaksanaan fungsi VEMON terkait vendor management & owner matters agar berjalan sesuai SOP dan standar layanan SAMASI.
  • Memastikan proses vendor berjalan tertib:
    • pemilihan/penunjukan vendor sesuai kebutuhan kapal,
    • kesesuaian scope pekerjaan,
    • kontrol SLA dan kualitas layanan vendor melalui mekanisme monitoring (update, evidence, dan feedback).
  • Mengontrol deviasi layanan vendor (delay, kualitas buruk, mismatch scope) melalui koordinasi & eskalasi dengan VEMON, termasuk memastikan ada tindakan perbaikan (corrective action) dan evaluasi vendor.
  • Memastikan seluruh koordinasi vendor memiliki jejak komunikasi dan evidence yang rapi untuk kebutuhan audit, klaim, dan dispute.

G. Evidence & Documentation Governance (Foto/Video/Scan)

  • Memastikan setiap aktivitas penting memiliki evidence sesuai standar.
  • Mengontrol kualitas evidence: jelas, relevan, ada keterangan/timestamp/konteks, tidak blur.
  • Mengarsipkan evidence & dokumen sesuai struktur folder/penamaan standar untuk: audit, klaim, dispute, evaluasi performa.

H. Compliance & Reporting (Governance & Akuntabilitas)

  • Memastikan aktivitas operasional sesuai peraturan pelabuhan, imigrasi, dan bea cukai (compliance mindset).
  • Menyusun laporan harian/mingguan kepada Manager/GM Ops/Direktur terkait: status clearance, progres kapal, kendala, solusi, dan action list.
  • Memelihara “issue log” per kapal: masalah–akar–aksi–PIC–deadline–status.

I. Performance Control (On-Time, Quality, Minim Human Error)

  • Mengontrol ketepatan waktu proses operasional & clearance berdasarkan timeline target.
  • Memastikan readiness pre-arrival dan outbound tidak terlambat karena miskomunikasi atau dokumen tidak siap.
  • Menurunkan human error melalui standar, checklist, validasi data, dan kontrol versi.

J. Pengembangan Tim (Coaching, Evaluasi, Budaya SAMASI)

  • Membimbing staff pusat agar paham alur clearance & standar kontrol OCC serta membimbing tim-tim cabang (PIC kapal/Kaops/tim terkait) dalam:
    • disiplin reporting,
    • disiplin evidence,
    • kepatuhan SOP,
    • standar komunikasi OCC (ringkas–tegas–jelas–tepat waktu).
  • Melakukan evaluasi kinerja berkala (bulanan/quarterly) berbasis database & evidence, mencakup pusat dan cabang (sesuai ruang lingkup kapal yang dimonitor OCC).
  • Membina tim berdasarkan Red–Blue Culture SAMASI: tegas, disiplin, profesional, namun tetap empati dan bertanggung jawab.
  • Menggerakkan continuous improvement lintas pusat–cabang: perbaikan template reporting, SOP, checklist, standar evidence, dan pelatihan singkat untuk menekan human error.

📌 KUALIFIKASI

A. Pengalaman & Kemampuan Teknis

  • Minimal 6 tahun pengalaman hanya di perusahaan Shipping Agency (Keagenan Kapal).
  • Memiliki pengalaman mengelola/menjadi koordinator tim (minimal fungsi kontrol, monitoring, clearance, atau vessel handling coordination).
  • Memahami sistem & alur clearance: Inaportnet, CEISA Bea Cukai, Sistem Keimigrasian, serta alur KSOP.
  • Menguasai pengelolaan dokumen & data kapal: manifest, crew, cargo, status clearance, timeline, readiness checklist.
  • Mampu membuat dan mengontrol timeline operasional serta issue log.
  • Mampu menegakkan version control (dokumen final vs revisi) untuk mencegah mismatch dan human error.

B. Leadership & Culture Fit

  • Mampu memimpin dan memotivasi tim dengan pendekatan Red–Blue SAMASI: tegas & disiplin (Blue), penuh empati & inisiatif (Red).
  • Mampu melakukan coaching singkat ke pusat maupun cabang agar kualitas reporting & evidence meningkat.

C. Soft Skills & Karakter Kerja

  • Sense of urgency tinggi, respons cepat, disiplin follow-up.
  • Teliti, rapi, konsisten (anti human error).
  • Problem solving & analisis kuat untuk menangani clearance issue / vessel delay.
  • Tahan tekanan waktu dan siap menangani kondisi dinamis 24/7.

D. Pendidikan, Komunikasi, & Bahasa

  • Minimal D3, diutamakan D4/S1 bidang:
    Maritim, Logistik, Manajemen Transportasi Laut, Ketatalaksanaan, Kepelabuhanan, atau bidang relevan.
  • Mampu komunikasi Bahasa Inggris (verbal & email) untuk koordinasi dengan ship owner/principal luar negeri.
  • Mampu menulis update operasional yang ringkas, tegas, dan evidence-based.
  • Memiliki skill komunikasi yang sangat baik dan jiwa melayani customer layaknya komunikasi seorang sales:
    • customer-centric,
    • responsif,
    • mampu membangun kepercayaan,
    • mampu menjelaskan masalah/solusi secara meyakinkan,
    • menjaga tone profesional dan menenangkan dalam situasi kritikal.

E. Tools & Sistem Kerja

  • Menguasai Microsoft Office (Word, Excel, Outlook) dan aplikasi internal operasional SAMASI.
  • Terbiasa bekerja dengan database/drive/foldering & standar penamaan dokumen.

F. Kesiapan Operasional

  • Bersedia standby di luar jam kerja (on-call/shifting) untuk mendukung operasional kapal.
  • Menjaga kerahasiaan data operasional dan komunikasi ship owner/principal.

📌 BENEFIT

Benefit / Kompensasi

  • Gaji pokok kompetitif
  • Evaluasi menjadi Karyawan Tetap
  • Tunjangan jabatan
  • Tunjangan komunikasi
  • Kesempatan pengembangan karir (Promosi Jabatan)
Apply Now

Let’s Talk with Us

Samudera Makmur Agensi
Syaipull Indonesia Speaker
+62 857-1721-2656
Samudera Makmur Agensi
Abdan English Speaker
+62 878-8776-3937